Articles
Mengisi malam mingguan di banda Aceh, 19 Maret 2011 ini dengan menikmati jalan-jalan malam sembari mengagumi keindahan Kota Banda Aceh, Bumi Serambi Mekah.
Ring Road
Pada kesempatan pertama, saya mencoba singgah di Ring Road Café. Wisata wajib bagi masyarakat Banda Aceh, ya wisata kopi tentunya. Café ini banyak didatangi oleh penikmat kopi dan kuliner, karena di samping Kopi masih banyak jenis makanan lainnya dan tersedia wifi untuk akses internet.
Tempat parkirnya lumayan luas dan lokasi strategis di dekat terminal angkutan umum yang baru yaitu jalan elak dari simpang Surabaya menuju Lampeunerut. Disini juga tersedia Mie Aceh (Mie Midi cabang).

Tempat ini selain ramai dikunjungi anak muda juga orang tua untuk sekedar ngobrol ringan maupun ngobrol serius. Coffee ring road buka 24 jam.
Sebenarnya masih banyak lagi tempat ngopi seperti ini yang terdapat di banda Aceh seperti Cafe de Helsinki, five corner, Chek Yuke, Black Jack dan lain sebagainya.
Tapi saya tidak berlama-lama di sini, bukan karena saya bukan orang muda, tapi karena masih ingin jalan-jalan ke tempat lainnya.
Tapi saya heran juga, kenapa orang bisa tahan lama-lama di kedai kopi begini ya? ya kenapa saya jadi usil itu kan urusan orang...he3x...Jadi petualangan si Unyil.
Blang Padang
Perjalanan kedua adalah Blang Padang. Blang Padang merupakan tempat paling strategis di Banda Aceh, menjadi “landmark” kota. Di sebelah timur ada rumah dinas wakil gubernur kepala staf kodam, ketua DPR Aceh. Di sebelah barat ada rumah dinas panglima kodam. Di selatan ada rumah dinas Kapolda. Sedangkan di utara terletak rumah dinas walikota. Pada masa konflik lapangan ini digunakan sebagai tempat pembacaan ikrar kebulatan tekad.
Blang Padang juga menjadi saksi bisu kedahsyatan tsunami yang merenggut nyawa walikota Banda Aceh, Syarifudin Latief dan ratusan ribu warga lainnya. Di tempat inilah BRR membangun monumen “Thank You For The World” sebagai ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu Aceh dikala tsunami.
Gambar diatas adalah acara yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan sepeda motor yang pada malam itu di Blang padang sedang mengadakan kegiatan promosi.Tapi kok nggak ada hubungannya dengan sejarah Blang padang ya..loh.
Ulee Lheue
Perjalanan berikutnya adalah Pelabuhan Ulee Lheue ini sepertinya semakin malam semakin ramai. Di sepanjang bibir pantai ini bertebaran penjual malanan, mie dan tak lupa kopi aceh. Bagi Anda yang berkunjung ke Banda Aceh, sayang lho kalau tidak menyempatkan diri main ke sini.
Selain penjual makanan yang ala kadarnya sampai rumah makan yang representatif juga sudah ada di sekitar area ini.
Ala kadar gimana maksudnya, ya..dari yang sekedar gerobak plus tikar dan kursi plastik yang berjajar di sepanjang pantai..gitu loh.
Selain makan minum, disini banyak para pemancing yang dengan setianya menunggu umpannya disambar ikan.
Pesona malam semakin cantik dengan efek refleksi air baik untuk obyek rumah makan maupun perahu-perahu nelayan yang tertambat di pelabuhan ini.
Di sepanjang jalan ini sudah ada lampu penerang jalan yang lengkap, hanya saja banyak yang mati. apakah karena sudah usang atau disengaja sih...memangnya pada suka yang gelap-gelapan apa ya...
Lampulo
Merupakan suatu keajaiban alam dan sering menjadi tujuan para wisatawan ketika berkunjung ke Banda Aceh, yaitu ada perahu/ boat yang temangsang (baca:nyangkut) di atas rumah. Jenis perahu ini banyak yang terdapat di TPI Lampulo.
Untuk mengabadikan ini pengin juga saya mengabadikan momen bersejarah ini. Dengan full auto maka gambarnya kira-kira begini...Yach...not bad untuk fotografer yang ketakutan sama pocong. Ini foto terbaru, terlihat di lokasi ini sedang direhab agar menjadi bangunan yang cantik sekaligus sebagi bukti kedahsyaratn Tsunami 2004.
Neuheun
Nach ini dia, Kampung Kampung Jacky Chan, kenapa disebut demikian? Katanya sih, yang menggalang dana adalah si Jacky itu dan didanai China Charity Federation and Red Cross Society of China. Nama sebenarnya adalah Kampung persahabatan Indonesia-Tiongkok yang lebih terkenal dengan terletak di di perbukitan Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, sekitar 17 km dari Banda Aceh. Jumlah rumah yang dibangun sebanyak 606 unit rumah tipe 42 di areal 22,4 hektare untuk korban tsunami 2004. Selamat malam...