Belakangan ini terdengar kabar tentang ketidakjelasan sisa dana Tsunami Aceh yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung, Rp5 trilyun. Namanya juga misteri, tentu harus dibuktikan dahulu kebenarannya. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pertanyaan lainnya, dimana, bagaimana, dan sebagainya.
Jejak awal dimulai dari berita di Serambi Indonesia (aceh.tribunnews.com) sebagai berikut:
(aceh.tribunnews.com).Anggota Komisi VIII DPR RI asal Aceh, Sayed Fuad Zakaria kepada Serambi melalui ponselnya, Kamis (3/3) mengatakan, ketika Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias mengakhiri masa kerjanya, menyisakan dana sekitar Rp 6,2 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp 1,2 triliun digunakan saat BKRA, sedangkan sisanya sekitar Rp 5 triliun belum jelas apakah di Bappenas, Kementerian Keuangan atau di lembaga lain. “Itulah sebabnya kita akan bahas soal itu secara khusus dalam waktu dekat,” kata Sayed Fuad.
Pertama, disebut dana Rp6,2 trilyun itu dari mana? Apakah dari Laporan BRR NAD-NIAS atau informasi lainnya? Kalau dari laporan keuangan, tentunya ada penjelasan atas saldo tersebut. Baik jumlah, bentuk, jenis maupun rekening penyimpanannya.
Ok, selamat memperjelas.