Cak Bro
Cangkru’an pagi di Kantin
Senin pagi ini saya bangun terlambat (mungkin akibat terlalu larut malam berlap-top ria untuk membuat tulisan iseng), alhasil saya hanya sempat mandi untuk mengejar absen. Untuk menjaga kondisi, usai absen saya langsung menuju kantin kantor di belakang. Disana saya lihat sudah ada beberapa kawan, yang terlibat serius ‘obrolan’ cukup penting.“
Assalamu’alaikum,... wah nampaknya ada berita penting nih!, sampai tidak lihat pejabat datang”, tegur Cak Bro bercanda. Akhirnya merekamemberikan kursi pada saya dan terlibat dalam pembicaraan tersebut.“Begini Cak Bro,... aku koq merasa Tuhan tidak adil padasaya,...”, Cak Dul membuka obrolan seraya meniup gorengan tempe yang masih panas, “mengapa hidup sayat idak sesukses kawan-kawanlainnya...”. Tiba-tiba kawandi sebelahnya Cak Matnyeletuk, “ maksudnya, Cak Dul merasa hidupnya selalu sial terus, begitul ho!..”, kontan Cak Dul langsung menyikut perutnya dengan marah.
Cak Dul melanjutkan lagi perkataannya, “Kalausaya lihat kawan se angkatan, banyak yang sudah jadi pejabat di kantor saya..... ada pula nasibnya sama seperti saya di kantor ini, tapi sukses diluar karena punya usaha sampingan....”. Terlihat raut muka yang sedih meratapi nasib, dan temannya Cak Mat langsung mengambil alih obrolan,“maksudnya koq kita begini-begini aja,.....padahal dia bekerja sangat rajin dan teliti, .....KKA-nya (Kertas Kerja Audit) sering jadi acuan teman-teman lho”.
Cak Dul merasa marah karena memotong obrolan, “memangnya sampeyan!,.... buat KKA-nya aja mesti nyontek,... di otak sampeyan Cuma ‘DL’ aja.... tapi kagak bikin kaya tuh!”. Akhirnya obrolan ringan menjadi keributan antara mereka berdua dan terpaksa saya lerai, “ Walah,... koq jadi antem-anteman gini tho!,... nggak apik dilihat yang lain...”
Selesai mie rebus tandas masuk dalam perut, sayapun mulai terlibat dalam obrolan tersebut, “Oke2,... sekarang saya mau tanya dengansampeyan berdua... apa sampeyan sudahberusaha untuk itu?...”. Saya tatap muka Cak Dul,“ Sampeyan Cak, kenapa sampeyan tidak bisa jadipejabat kaya temanlainnya?”. Cak Dul menjawab,“Dulu saya pernah ditawaripromosi oleh bos, tapi mestipindah daerah,..... aku tidaksiap untuk itu!”. Cak Mat punmengangguk setuju, “akujuga Cak Bro,..... maunya sihpromosi setempat!,.....keluargaku tidak setuju kalaupindah,.. apalagi kota kecil”.
Saya pun melanjutkan pertanyaan berikut, “Sampeyan telah dibayang-bayangi oleh ketakutan tidak bisa hidup di kota kecil,... berarti sampeyanmenghilangkan kesempatan untuk hidupsukses...”. Sambil menyeruput teh hangat, sayalanjutkan pertanyaan, “ Terus kenapa tidak caribisnis sampingan seperti kawan lainnya?...”. CakMat kali ini yang menjawab, “Kalau bikin bisnis sihsering,.. tapi selalu gagal....”, kali ini Cak Dul yangmenimpali “Wong kerja aja nyontek,.... lha kalaubisnis cuma ikut-ikut orang kagak tahu selukbeluknya... mana bisa sukses!”.
Segera telunjuk saya mengarah ke Cak Dul, “ Nahkamu sadar khan?, intinya adalah.... kegagalanyang kita hadapi karena kita selalu berpikir negatif dan tidak mau berubah. Ukuran suksesbukanlah membandingkan dengan orang lainatau diukur dari materi ”. Sambil membuka HPyang catatan tentang tema tulisan, “nih coba dengarkan,... ada 3 hal yang membuat kita selalugagal,... kita takut untuk berubah karena merasanyaman dengan kondisi sekarang,... kita terlalumendengarkan kritik orang lain yang hanyamematahkan semangat,.. dan terakhir kita selalumerasa punya masalah lebih besar dari oranglain.... Mulai dari sekarang buanglah pikirannegatif, syukuri apa yang ada dan kembangkanpotensi kita untuk berkarya dan berkinerja......”.
Tak terasa waktu untuk bekerja siap menanti,karena terdengar alunan lagu penyemangat(Lagu KANTOR SAYA dan hai-hai KANTOR SAYA) dan diselingidengan kata-kata bijak hari ini sebagai bagiandari budaya kerja kantor, saya mengakhiricangkru’an (obrolan) pagi dan segera berdiriuntuk ke ruangan kantor, “Ayo kita mulaibekerja,.... jadikan hari ini lebih baik dari harikemarin!, coba kita selalu berpikir positif agarhari-hari selalu menyenangkan bagi kita...
Wassalamu’alaikum,...”, mereka pun turutberanjak dari kantin.
Catatan :Nama teman Cak Bro adalah samaran belaka,jika ada yang mirip hanyalah kebetulan belaka.Ulasan
Motivasi Obrolan Pagi
Semua orang pasti pernah mengalamikegagalan, walau kita sudah berusahaterkadang sang ‘kegagalan’ selalu menempelketat di tubuh kita. Kita tidak bisamenyingkirkan begitu saja, seperti halnya kitamembersihkan noda pada baju kita. Kita perluberinstropeksi diri kita, menganalisis semuapermasalahan, hingga kita tahu penyebabsesungguhnya untuk mencari solusinya, Dengan demikian kita akan mudahmeninggalkan sang kegagalan atau diasendiri yang akan meninggalkan diri kita.
•Hal yang Pertama : Kehadiran Masalah
Pagi ini dikantor atasan marah-marah danmembuang laporan kita, “kenapa laporanmu masih pakai pedoman lama?, bagaimanananti buat laporan kompilasinya karena tidak seragam dengan laporan lainnya?, cepatperbaiki sekarang!”. Di saat itu pula, sang istri menelepon “Papi pulang dong sekarang, nihanakmu dapat rapor merah!”, kemudian ada SMS masuk di HP tertulis “maaf pak saya ijintidak masuk hari ini, seharian perut saya
mules usai DL kemarin...”, dsb.
Memang benar, setiap manusia hidup pastimemiliki masalah, orang yang tidak memilikimasalah adalah mereka yang sudah tertanamdalam kuburan dengan nyaman. Kadangkadang kita dibanjiri oleh masalah, bahkanmelebihi dari kita inginkan, laksana di sebuahlautan dimana kita tenggelam didalamnya.Kita merasa orang tidak perduli denganmasalah kita, kalau pun ada seolahmenyepelekannya sebab kita merasamasalah kita lebih besar dari orang lain.
Ketika kita mengalami kesulitan atau ‘jatuh’,kita memiliki dua pilihan yakni kita akan mengubah kesulitan atau kita mengubah dirikita?. Apa yang bisa kita ubah menjadi yang terbaik, maka kita harus segeramengubahnya. Namun jika itu tidak mungkinkita lakukan, maka hal yang terbaik adalahkita harus menyesuaikan diri dengan keadaanyang secara positif (bukan keterpaksaan).
•Hal Kedua :Terlalu dekat dengan Kritik.
Seorang pejabat selalu mengeluh karenakebijakan yang dibuatnya selalu diprotes “Heran sekali, kebijakan yang ku buat selalu diprotes!,.... Padahal kebijakan itu sudahdirevisi sesuai dengan masukkan kemarin,masih juga diprotes!,.... maunya apa sih
mereka itu?”.
Kritik itu tidak enak didengar dan tidaknyaman di kuping. Mungkin kita akan mengabaikannya, namun pernyataan tersebutakan selalu mengganggu dan mempengaruhi kehidupan kita.
Ingat aksioma dalam tulisan sayasebelumnya, bahwa rintangan adalah sebuah kesempatan. Ketika kita sedang kecewa,berarti ada kesempatan untuk menghiburnya.
Ketika kita sedang sakit, berarti adakesempatan untuk menyembuhkannya. Ketikakita benci, berarti ada kesempatan untukmencintainya. Ketika kita akan tergodamelakukan sesuatu hal yang buruk, berartiada kesempatan untuk mengatasi ataumenghindarinya.
Kita terkadang selalumenyakiti diri sendirisecara berlebihan saatkritik terjadi pada diri kita, reaksi kita terhadapmereka menjadi negatif.Terkadang tindakan kitasangat berlebihan terhadap reaksi atauemosi kita, yangmengacaukan suasanahari-hari kita menjadi sangat buruk
Cara mengatasi :
-
Tanyakan kepada diri kita. Apa yangmengganggu pikiran kita saat dikritik?,siapa yang mengatakan- nya?, mengapaitu dikatakannya?, apakah ada tindakanselanjutnya dari kritikan tesebut, saatwaktu dan tempat yang mana kitadikritik?, apakah kritik tersebut berasaldari orang yang berbeda-beda terhadappersoalan yang sama?. Denganpertanyaan tersebut kita dapat menganalisis apakah kritik tersebutmemang benar merupakan kesalahankita, dan kita harus memperbaiki segera.Jika tidak, coba hindari dan abaikan saja.
-
Carilah teman atau sahabat maupunatasan yang mungkin bisa bersikapobyektif atas kritikan tersebut dan mintanasehat untuk mencari jalan keluar.
-
Hindari orang yang mengkritik ataumenyepelekan anda secara berlebihan.Lihat siapa yang mengkritik kita,seandainya ‘lawan’ kita mungkin akanmerendahkan motivasi kita. Jika teman atau atasan justru sebagai peringatanuntuk segera memperbaiki sikap kita.
•Hal yang ketiga: Konflik PerubahanSaya teringat kata salah satu pejabat
Kemenhut dalam acara Tindak Lanjut LHAantara Kemenhut dengan KANTOR SAYA sekitar BulanSpetember 2010 di Bandung pada acara pembukaan yang mengatakan: “Kita harussiap menghadapiperubahan atau kita akantergilas oleh perubahan itusendiri. Di dunia ini tidakada yang abadi kecualiperubahan itu sendiri”.
Demikian pula. ketika sayamengikuti rapat antaraKANTOR SAYA selaku narasumberdengan Komisi InformasiPublik Provinsi Jatim danMuspida serta Pemdaterkait penerapan UU Nomor 14 Tahun 2008tentang Keterbukaan Informasi Publik padabulan Desember 2010 di Hotel Surabaya. Salah satu pejabat Kejaksaan mengatakan“Sudah seharusnya pemerintah berubah dan menyesuaikan diri dengan perubahan yangterjadi di masyarakat, termasuk dalam membuka informasi...”.
Kita tidak akan dapat melakukan perlawananapa pun terhadap perubahan, terkadang kita menikmati perubahan tetapi kita menderitadalam prosesnya. Kita adalah makhluk kebiasaan, karena kebiasaan yangmembentuk kita, kita adalah apa yangberulang-ulang kita lakukan.
Kita terlalu mudah melihat dunia ini dariperspektif kita sendiri, jika hal itu terjadi makakita akan menjadi ‘pendek akal’ dan berpikirpicik. Banyak orang yang mengalami perubahan, dan berjuang untuk menahan segala kenyamanan yang dimilikinya, mereka memang bisa melakukan itu, tetapi merekatidak berkembang. Seperti layaknya kawankawansenior saya yang hanya bisa berceritatentang kisah sukses kawannya, namun dia
tetap atau dengan kondisi yang tidak berubah.
Tanpa kita sadari bahwa hidup kita selalu mengalami perubahan, saat kita menjadi anak kecil, tumbuh menjadi remaja, dan dewasaseperti sekarang, kemudian akan berlanjutmenjadi orang tua dan mati (apa yang kitabawa dan tinggalkan di dunia ini?).
Setiap generasi adalah laksana sebuahgudang atau rumah dengan warisan barang-barang berharga. Generasi berikutnya akan memeriksa barang-barang tersebut, mereka menggunakan apa yang tersisa dan membuang barang yang tidak berguna serta menciptakan kekayaan baru lagi. Sebuah proses untuk melestarikan, mengkritik dan menciptakan hal baru karena adanya perubahan.
Tuhan telah menciptakan generasi baru karena generasi baru akan mendatangkan perubahan. Generasi baru tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa generasi sebelumnya.Namun generasi tua suka melestarikan hal-hal apa yang dimilikinya, sementara generasi suka mengkritik atau berubah sehingga terjadi antara keduanya sering terjadi perselisihan.Setiap orang menyadari bahwa perubahan tidak terelakkan, namun mereka memberikantanggapan yang berbeda. Ada sebagian darimereka yang berlindung dari perubahan ke perlindungan emosional dan spiritual, mereka ke tempat-tempat ibadah denganmenghindari kemajuan zaman. Namun adasebagian lagi yang mengikuti perubahanzaman tanpa memiliki akar, mereka menelanbulat-bulat setiap ada perubahan seolah-olahtakut tidak mengikuti atau ketinggalan zaman.
CAPING GUNUNG Cak Bro (CAtatan PINGgir GUna mereNUNG)
Sidoarjo, 18 Maret 2011