Cak Bro
Perubahan Sikap Untuk Meraih Kesuksesan
Prestasi besar dalam hidup kita karena keunggulan dibandingkan yang lainnya. Tentu saja kecakapan sangat penting bagi keberhasilan hidup kita. Namun kesuksesan atau kegagalan tidak hanya karena dianggap ‘takdir’ atau keberuntungan yang menaungi kita, melainkan sikap mental daripada kemampuan mental semata. Banyak sekali orang yang pintar namun berkinerja rendah, tetapi keberhasilan justru dihasilkan oleh orang yang biasa-biasa saja namun menghasilkan kinerja tinggi.
Apa yang membuat mereka berubah dalam kisah tersebut?, bukan karena daerah terpencil dima ia tinggal, bukan karena penduduk kalimantan di daerah terpencil yang membuat ia terkenal sebagai penghasil tenun dan dapat di ekspor ke beberapa mancanegara. Hanya dengan mengubah sikapnya sendiri, wanita tersebut bisa mengubah pengalaman yang menyedihkan menjadi pengalaman yang memberinya imbalan besar yakni keberhasilan dan kesuksesan sebagai wanita pengusaha.
J. Sidlow Baxter dalam bukunya ‘Awake, My Heart’ menuliskan “ Apa perbedaan antara
sebuah rintangan dan kesempatan?. Sikap kita!. Setiap kesempatan mempunyai kesulitan dan setiap kesulitan mempunyai kesempatan”.
Ketika kita dihadapkan dengan situasi sulit, seseorang dengan sikap yang menonjol akan memanfaatkan sebaik-baiknya. Kehidupan bisa disamakan dengan batu gerinda, apakah kita tergerinda sampai habis atau mengasah kita menjadi semakin ‘tajam’ tergantung bagaimana kita bersikap.
Para pemimpin besar muncul ketika krisis terjadi. Dalam beberapa buku biografi orang-orang yang sukses, kita akan temui pengalaman-pengalaman disaat mereka sulit Lihatlah pohon-pohon yang tumbuh di atas batu karang di tepi pantai. Ketika menjadi benih, ia mencari jalan mendesak batu atau tanah yang keras, bekerja keras mencari sinar mentari dan udara kemudian bergulat melawan terpaan ombak. Coba sekali lagi perhatikan hasilnya, urat-urat atau akar pohon tersebut menghasilkan serat kayu yang liat dan keras dan selalu mengalami kegagalan. Namun akhirnya mereka bangkit hingga memperoleh kesuksesan yang dikenang oleh masyarakat. Dalam situasi yang sulit, memaksa mereka muncul diatas rata-rata kemampuan yang lain, bukan hanya mereka memperoleh jalan keluar, tetapi mereka mendapatkan kekuatan luar biasa dalam dirinya.
Lihatlah pohon-pohon yang tumbuh di atas batu karang di tepi pantai. Ketika menjadi benih, ia mencari jalan mendesak batu atau tanah yang keras, bekerja keras mencari sinar mentari dan udara kemudian bergulat melawan terpaan ombak. Coba sekali lagi perhatikan hasilnya, urat-urat atau akar pohon tersebut menghasilkan serat kayu yang liat dan keras.
Buku ‘ Robinson Crusoe’ ditulis dalam penjara, John Bunyan menulis buku “ Pilgrim’s Progress’ dalam penjara Bedford. Bethoven hampir tuli secara total dan dibebani kesedihan ketika ia menghasilkan cipta karyanya yang hebat. Bahkan Presiden RI pertama, Sukarno menghasilkan buku ‘Dibawah bendera Revolusi’ saat beliau diasingkan dipenjara di Boeven Digul.
Kesimpulannya bahwa kesuksesan atau kegagalan bukanlah sebatas takdir semata, seperti tercantum dalam Al-Qur’an “ Bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib sebuah kaum, jika kaum itu pun sendiri tidak merubahnya”. Karena takdir, kita hanya bisa meratapi jika kita mengalami kegagalan, namun kesombongan yang berlebihan karena kita merasa sukses. Kehidupan kita pasti tidak akan dapat terhindar dari sebuah masalah atau kesulitan. Semua jawaban selalu terdapat didalam pertanyaannya, demikian pula dengan kesempatan dan kesuksesan justru terletak tepat di dalam masalah tersebut. Semua tergantung dari kita, cara kita memandang sebuah persoalan hidup, maka kehidupan itulah yang telah kita pilih dan dijalani.
Catatan :
Ini hanya karangan fiktif belaka. Jika kisah sejenis di daerah tersebut kalau pun ada dan terjadi, semata-mata hanya kebetulan belaka.
Ide penulisan :
„Mengembangkan Sikap Pemenang, John C. Maxwell, Binarupa Aksara, Jakarta, 1996. Sidoarjo, 18 Maret 2011
Judul: PerubahanSikap Untuk Meraih Kesuksesan