Cak Bro
Inilah hasil perjuangan kami, berbagai kisah ketegangan, ketakutan, kekhawatiran, kecemasan dari yang kita alami. Termasuk rasa penat dan letih karena semalaman berjalan, hilang sirna seketika saat mengalami suasana indah yang penuh takjub. Serasa tidak mampu saya menguraikan dengan kata-kata puitis sekalipun.
Berbagai keceriaan mulai nampak di seluruh wajah kawan-kawan. Terlihat tawa canda gembira menyeruak diantara kita, mereka berpose dengan berbagai gaya saat kamera diarahkan, yang nantinya akan mereka ceritakan kepada kawan-kawan dan akan merasa iri mendengar berbagai pengalaman seru kami. Lain lagi bagi yang berpasangan, terlihat begitu mahsyuk berduaan menikmati indahnya pemandangan pagi di puncak Gunung Gede. Ada pula rasa iri di hatiku, entah mengapa saya merasa takut untuk kenal dengan seorang perempuan.
Saya hanya bisa menggoda beberapa kawan cewek, “Katanya tadi malam sudah mau menyerah,... dan ingin kembali turun saja,” lanjutku, “Pakai ngambek segala... dengan muka cemberut...”. Temanku tersebut menyahuti sambil merajuk, “Tadinya iya juga sih,.... habisnya kamu suka bohongi aku,... bilangnya sebentar lagi lah, sudah dekat lah...nyatanya jauh banget..”, dan dengan tersipu malu ia berkata “Makasih ya, sudah kasih semangat,... akhirnya aku sampai juga dipuncak gunung ini”. Saya menggodanya lagi “Jangan makasih aja, kalau bisa...” seraya telunjukku mengarah ke pipiku. Jelas saya cuma bercanda, karena dengan pura-pura marah cowoknya menuju bahu saya.
Usai beristirahat cukup lama, saya pun berteriak lagi “kawan-kawan tujuan kita sudah tercapai,.... terserah kalian, mau melanjutkan perjalanan ke Gunung Pangrango dan sampai di Cibodas atau kembali lagi ketempat semula...” godaku.
Semua berteriak kegirangan “lanjut terus...!!”, tetapi ada salah satu kawan nyeletuk “ Ada tukang ojek gendong nggak ya?,... gue bayar deh”, yang lainnya nyeletuk juga “seandainya disini ada cable car semacam gunung di Perancis sana, enak juga kali ya..”.
Kami pun melintasi jalan setapak pinggiran kawah gunung yang berpasir dimana ada semacam tali pengaman agar terhindar kita terperosok jatuh ke kawah. Namun karena sudah banyak yang lapuk, ada juga lintasan dengan tali yang sudah terputus. Saya pun memperingatkan kawan-kawan, “ hati-hati berjalan, kalau bisa berjalan agak condong ke kiri.... jangan sampai tergelincir jatuh ke kawah sana”. Kegembiraan pun belum sirna, beberapa kawan berteriak-teriak “ Ayah, ibu... aku sudah mencapai puncak Gunung Gede....”.
Bagian dari Novel Ringan Cak Bro.