Cak Bro
Tiba-tiba rombongan kami hentikan sejenak, terlihat dicela-cela pohon ada sinar lampu, kawan saya Wanto berkata “ Cak Bro kacau nih,... nampaknya di pos penjagaan ada petugas nih!”. Seraya berbisik saya memberitahukan teman-teman agar mematikan lampu senter saat berjalan, dan kawan saya yang lain (Si Bolo dan Iko) mencoba mencari jalan setapak yang lain untuk menghindari pos penjagaan. Dengan jalan mengendap-endap seraya berpegangan tangan, kami membimbing mereka berjalan untuk menghindari jalan menuju pos penjagaan tersebut.
Oh ya, saya sudah membiasakan diri berjalan tanpa senter dalam kegelapan malam. Caranya mudah, ikuti saja bagaimana kucing berjalan di tengah malam, binatang tersebut akan membesarkan pupil mata agar terlihat jelas berjalan di kala malam. Oleh karena itu, pejamkan mata kita sekejap kemudian buka mata perlahan untuk membiasakan mata hingga jalan di kegelapan malam terlihat agak jelas, dan jika masih terlihat gelap, diulangi lagi berkali-kali. Jika kalian sudah mampu melihat di kegelapan malam, berarti pupil mata kalian agak membesar dari biasanya. Dan hal yang kedua, ketika kita berjalan malam di hutan tanpa senter, kita bisa membedakan dengan jelas antara jalan setapak dengan akar-akar ranting, mengapa?. Karena tanah atau batu mengandung mineral dan logam, yang jelas akan tampak lebih ‘bercahaya’ dibandingkan makhluk hidup, terutama akar pohon atau batang-batang pohon.
Setelah berhasil melewati pos penjagaan, kami lanjutkan perjalanan. Kami membagi kekompok perjalanan, kawan saya Wanto dan Iko berjalan memimpin rombongan, sedangkan saya dan Bolo bertugas sebagai tim sweeping yang mencoba membimbing mereka yang tertinggal jauh dari rombongan (sudah pasti lebih banyak cewek-cewek yang ketinggalan). Terkadang saya berteriak “ Waldi, coba kurangi kecepatan jalannya,... di belakang banyak kawan-kawan yang tertinggal nih!..., Ayo kawan, terus semangat jalannya!”. Terkadang kawan saya menggerutu “ Dasar anak mami!,... jalan aja kayak orang sunatan.....!”. Maklum kebanyakan ‘anak mami’ dan cewek-cewek, jalannya pasti tidak secepat kami yang sudah terbiasa.
Bagian dari Novel Ringan Cak Bro.