Cak Bro
Seperti biasa pada akhir pekan, kami janjian ingin naik gunung dan siangnya kami bolos sekolah untuk mengambil pakaian serta berjanji di suatu tempat (wah bo’ongin Ortu lagi nih... alasannya ada Persami Sekolah –Perkemahan Sabtu Minggu). Entah kenapa ketika di sekolah banyak kawan-kawan yang bertanya, “Cak Bro, katanya mau naik gunung ya?....”, saya pun hanya tersenyum tak menjawab (demikian juga dengan sahabat karib saya saat ditanya). Ketika sampai di rumah, saya ‘mengisi-ulang’ tas sekolah dengan makanan yang ada dilemari.. entah pisang/singkong rebus dan sebungkus nasi( plus dadar telur + kecap), masalah ongkos bagaimana?, biasa... naik truk!.
Kami sudah janjian untuk berkumpul saat maghrib (selepas waktu sekolah tentunya) di Perempatan lampu Merah di Permai, Tanjung Priok ( Jalan Raya depan mulut gang sekolah kami). Betapa kagetnya saya saat tiba disana, sudah banyak kawan-kawan lainnya yang berkumpul juga. Ada acara apa mereka?. Ternyata mereka ingin ikut bergabung dengan kami, hah?... saya pun marah-marah dengan kawan karib, siapa yang ajak mereka?. Ternyata ajakan salah satu kawan saya kepada temannya, beredar dari satu mulut ke mulut lainnya. Kawan saya Wanto dan Bolo hanya mengajak satu teman, tetapi temannya mengajak teman lainnya, ada yang mengajak pacar, dan lain-lain. Mau tahu berapa jumlah mereka?.... sekitar 35 orang!.
Bagian dari Novel Ringan Cak Bro.