Ketika untuk kesekian kalinya beristirahat, tiba-tiba ada seorang cewek yang berteriak ketakutan. Kami pun coba menghampirinya, “ Pacarnya siapa ini?,... coba dipeluk dulu biar dia tenang”, herannya sang cowok justru merasa ketakutan dan berkilah, “emang gue yang ajak tapi bukan pacar, gue takut Cak Bro... kenapa dia itu?”. Setelah saya menenangkannya sambil memberi air minum dan menanyakan ada apa gerangan sehingga berteriak ketakutan?, dengan terbata-bata seraya tangannya menunjuk, “ tadi sekilas aku melihat dua cahaya bergerak-gerak dibalik-balik semak itu...”.
Saya pun segera memerintahkan agar semua senter dimatikan dan segera berdiam diri, kemudian kami mengamati ke arah semaksemak tersebut. Benar saja, dari kejauhan terlihat cahaya tersebut dan tiba-tiba saya pun tertawa keras-keras memecahkan keheningan, “ ha..ha..., Oh, cahaya itu.... coba kamu perhatikan baik-baik,” saya pun berkata “ Itu adalah mata seekor kancil,.... kancil sebenarnya termasuk binatang jinak dan dia sering mengikuti perjalanan kita....”. Benar saja, kawan saya Iko mengendap-endap kemudian langsung menyalakan senter dan sekelebat terlihat binatang kecil tersebut yang mendadak kabur kedalam semak-semak.
Tak terasa terlihat dari balik dahan-dahan ada sinar diantara kabut berasap, menandakan hari menjelang subuh. Tercium bau rerumputan segar diselingi bulir-bulir embun berada didahan, nampak lumut-lumut hijau yang membuat jalan menjadi agak licin, itulah penyebab ketika malam tadi berjlana banyak kawan sering tergelincir jatuh, Keindahan suasana pagi begitu indahnya, ditambah suara cicitan atau siulan burungburung yang hinggap di dahan, mereka bergembira bersama kawan-kawannya berloncatan dari dahan yang satu ke dahan lainnya.
Bagian dari Novel Ringan Cak Bro.