Ketika mendengar Balance Scorecard (BSC), tentu pikiran tertuju pada empat buah perspektif yaitu, Financial, Customer, Internal Business Process dan Learning and grouwth. Lalu kita menyusun perencanaan stratejik berisi visi, misi, tujuan, sarasan dengan keempat perspektif tersebut. Kira-kira apa cukup sampai disitu? Kapan dikatakan perencanaan kita sudah baik atau belum?
Untuk menjawab apakah suatu perencanaan sudah cukup memadai atau belum, tentu tergantung jenis organisasinya, namun setidaknya ada beberapa parameter yang mudah dilihat, antara lain alokasi anggaran, kejelasan indikator, cara mengukur dan menilai kinerja dan umpan balik bagi perencanaan berikutnya.
Konsep BSC dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton yang berawal dari studi tentang pengukuran kinerja di sektor bisnis pada th 1990.BSC terdiri dari dua kata: (1) kartu skor (scorecard) dan (2) berimbang (balanced). Kartu skor adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja suatu organisasi atau skor individu. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan.
Balance scorecard tidak hanya digunakan dalam sistem pengukuran kinerja melainkan sudah menjadi alat komunikasi dalam manajemen stratejik , menjadi perangkat yang mampu menyelaraskan tindakan jangka pendek dengan strategi yang ditetapkan.
BSC ini lebih menekankan pada pembuatan maupun evaluasi atas strategi. Sebagaimana kita ketahui bahwa menyusun strategi tidaklah mudah. Sebagaimana Nadief Kaelani memberi statemen-nya tantang strategi ini:
....membuat strategi adalah suatu yang menantang, tetapi jauh lebih penting adalah mendemonstrasikan kemampuan untuk mnegeksekusinya.
Diawal tahun 2000-an di Indonesia juga sudah mencoba mengimplementasikan BSC ini dalam penyusunan Renstra. Namun terlihat belum maksimal.
Di Tahun 2007 Kementerian keuangan sudah mulai menerapkan BSC dalam pengukuran kinerjanya. Hal ini perlu diimplekmentasikan di seluruh Kementerian Lembaga termasuk Pemerintah daerah, jika ingin membangun Accountability system yang lebih baik lagi.