|
1 |
|
Pimpinan Instansi Pemerintah harus memastikan terjalinnya komunikasi internal yang efektif. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: |
|
Komentar |
|
a |
Pimpinan sudah memberikan arahan yang jelas kepada seluruh tingkatan organisasi bahwa tanggung jawab pengendalian intern adalah masalah penting dan harus diperhatikan secara serius. |
|
|
b |
Tugas yang dibebankan kepada pegawai sudah dikomunikasikan dengan jelas dan sudah dimengerti aspek pengendalian internnya, peranan masing-masing pegawai, dan hubungan pekerjaan antar pegawai. |
|
|
c |
Pegawai sudah diinformasikan bahwa, jika ada hal yang tidak diharapkan
terjadi dalam pelaksanaan tugas, perhatian harus diberikan bukan hanya kepada kejadian tersebut, tetapi juga pada penyebabnya, sehingga kelemahan potensial pengendalian intern bisa diidentifikasi dan diperbaiki sebelum kelemahan tersebut menimbulkan kerugian lebih lanjut terhadap Instansi Pemerintah. |
|
|
d |
Sikap perilaku yang bisa dan tidak bisa diterima serta konsekuensinya sudah dikomunikasikan secara jelas kepada pegawai. |
|
|
e |
Pegawai memiliki saluran komunikasi informasi ke atas selain melalui atasan langsungnya, dan ada keinginan yang tulus dari pimpinan Instansi
Pemerintah untuk mendengar keluhan sebagai bagian dari proses manajemen. |
|
|
f |
|
Adanya mekanisme yang memungkinkan informasi mengalir ke seluruh bagian dengan lancar dan menjamin adanya komunikasi yang lancar antar kegiatan fungsional. |
|
|
|
g |
Pegawai mengetahui adanya saluran komunikasi informal atau terpisah yang bisa berfungsi apabila jalur informasi normal gagal digunakan. |
|
|
h |
|
Pegawai mengetahui adanya jaminan tidak akan ada tindakan ‘balas dendam’ (reprisal) jika melaporkan informasi yang negatif, perilaku yang tidak benar, atau penyimpangan. |
|
|
|
i |
Adanya mekanisme yangmemungkinkan pegawai menyampaikan rekomendasi penyempurnaan kegiatan, dan pimpinan Instansi Pemerintah memberikan penghargaan terhadap rekomendasi yang baik berupa hadiah langsung atau bentuk penghargaan lainnya. |
|
|
j |
Pimpinan Instansi Pemerintah sering berkomunikasi dengan APIP, dan terus melaporkan kepada aparat pengawasan intern pemerintah mengenai kinerja, risiko, inisiatif penting, dan kejadian penting lainnya. |
|
|
|
|
|
|
2 |
|
Pimpinan harus memastikan bahwa sudah terjalin komunikasi eksternal yang efektif yang memiliki dampak signifikan terhadap program, proyek, operasi dan kegiatan lain termasuk penganggaran dan pendanaannya. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: |
|
|
|
a |
Adanya saluran komunikasi yang terbuka dan efektif dengan masyarakat,
rekanan, konsultan, dan aparat pengawasan intern pemerintah serta kelompok lainnya yang bisa memberikan masukan yang signifikan terhadap kualitas pelayanan Instansi Pemerintah. |
|
|
b |
Semua pihak eksternal yangberhubungan dengan InstansiPemerintah sudah diinformasikan mengenai kode etik yang berlaku danjuga sudah mengerti bahwa tindakan yang tidak benar, seperti pemberian komisi, tidak diperkenankan. |
|
|
c |
Komunikasi dengan eksternal sangatdidorong untuk dapat mengetahui berfungsinya pengendalian intern. |
|
|
d |
Pengaduan, keluhan, dan pertanyaanmengenai layanan instansi pemerintah,ditindaklanjuti dengan baik karena dapat menunjukkan adanya permasalahan dalam pengendalian. |
|
|
e |
Pimpinan Instansi memastikan bahwa saran dan rekomendasi APIP, auditor, dan evaluator lainnya sudah dipertimbangkan sepenuhnya dan ditindaklanjuti dengan memperbaiki masalah atau kelemahan yang diidentifikasi. |
|
|
f |
Komunikasi dengan badan legislatif,Instansi Pemerintah pengelola anggaran dan perbendaharaan, Instansi Pemerintah lain, media, danmasyarakat harus berisi informasi shg misi, tujuan, risiko yang dihadapi Instansi Pemerintahle bihdapat dipahami. |
|