|
|
You are here: Home Renstra
|
|
No |
Kegiatan |
Waktu |
Keluaran/sasaran |
Sasaran |
|
1 |
Pra Rapat Teknis (Ratek)/Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Kementerian/Lembaga (K/L) |
1-23 Januari 2011
|
Penentuan lokasi dalam Rancangan Rencana Kerja (Renja) Kementerian/Lembaga dengan mengacu pada sasaran Rencana Strategis (Renstra) Kementerian/Lembaga |
Bappenas |
|
2 |
Penyusunan Awal UPPD* |
1-23 Januari 2011 |
Format UPPD |
Bappenas |
|
3 |
Rapim Bappenas Tema dan Prioritas RKP* 2012 |
21 Januari 2011
|
Pembahasan Tema RKP 2012 dan isu strategis nasional |
Bappenas |
|
4 |
Sidang Kabinet Arah Kebijakan dan Prioritas Pembangunan Nasional |
27 Januari 2011 |
Penetapan Tema RKP 2012 |
Sidang Kabinet Bappenas |
|
5 |
Penyusunan Rancangan Awal RKP 2012 |
2-28 Februari 2011 |
Rancangan awal RKP 2012 |
Bappenas |
|
6 |
Forum Konsultasi Publik |
15 Maret 2011 |
Usulan isu strategis yang akan dibahas dalam Temu Konsultasi Triwulanan dan Pra Musrenbangnas |
Bappenas |
|
7 |
Sidang Kabinet Rancangan RKP dan Pagu Indikatif 2012 |
23 Maret 2011 |
Rancangan awal RKP & Pagu Indikatif 2012 |
Bappenas |
|
8 |
Finalisasi Rancangan RKP dan
Pagu Indikatif 2012 |
23-25 Maret 2011 |
Ranc awal RKP & SEB Pagu Indikatif 2012 |
Bappenas |
|
9 |
Temu Konsultasi Triwulanan |
30 Maret 2011 |
•Pembahasan Isu Strategis, Tujuan & Sasaran setiap Wilayah
•Pembahasan Mobilisasi Sumber Daya (Dana Dekon dan TP, Transfer Daerah, Investasi Swasta dan Perbankan) |
Sekjen/Roren K/L
Bappeda Provinsi
SKPD Provinsi
Bappenas |
|
10 |
Rakorbangpus |
30 Maret 2011 |
Penyampaian Rancangan awal RKP 2012 |
Bappenas |
|
11 |
Trilateral Meeting Rencana Kerja Kementerian/Lembaga |
30 Maret-11 April 2011 |
Persiapan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga |
Bappenas |
|
12 |
Rapat Teknis (Ratek)/
Rapat Kerja Teknis Kementerian/Lembaga |
30 Maret-11 April 2011 |
Penajaman lokus Provinsi/Kabupaten/Kota dalam Rancangan awal Rencana Kerja Kementerian/Lembaga |
Sekjen/Roren K/L
Bappeda Provinsi
SKPD Provinsi
Bappenas |
|
13 |
Penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga |
30 Maret-11 April 2011 |
Rancangan Rencana KerjaKementerian/Lembaga |
Sekjen/Roren K/L,
|
|
14 |
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Provinsi |
30 Maret-11 April 2011 |
Pembahasan UPPD
|
Bappeda Provinsi Bappenas |
|
15 |
Penyusunan UPPD oleh daerah |
30 Maret-11 April 2011 |
UPPD |
Bappenas |
|
16 |
Rancangan Awal Sikronisasi Rencana Kerja K/L & UPPD |
11-13 April 2011 |
Rencana Kerja Kementerian/Lembaga dan UPPD disampaikan dan disinkronkan
|
Sekjen/Roren K/L,
Bappeda Prov,Bappenas |
|
17 |
Penyusunan Rancangan Interim RKP 2012 |
11-13 April 2011 |
RKP 2012 |
Bappenas |
|
18 |
Pra Musrenbang Nasional |
18-26 April 2011 |
•Menyepakati Program dan Kegiatan Strategis dalam RKP 2012.
•Kesepakatan Awal Program dan Kegiatan Strategis dalam RKP 2012. |
Sekjen/Roren K/L,
Bappeda Prov, Bappenas
|
Fayol defined planning in terms of forecasting future conditions, setting objectives, and developing means to attain objectives. Fayol recognized that effective planning must also take into account unexpected contingencies that might arise and did not advocate rigid and inflexible plans.
For effective planning, managers should be skilled in the art of handling people, have considerable energy and a measure of moral courage, have some continuity of tenure, be competent in the specialised requirements of the business, have general business experience and the ability to generate creative ideas.

sumber: Direktorat Sistem Penganggaran DJA
Perlu diketahui bahwa RKA-KL 2011 telah menggunakan Format Baru RKA-KL yang berbeda dengan RKA-KL yang digunakan pada tahun sebelumnya (anggaran 2010).Struktur atau susunan anggaran belanja pada RKA-KL adalah sbb:
|
Program |
Rp |
400 |
|
|
Kegiatan |
Rp |
400 |
|
|
|
Output Kegiatan 1 |
Rp |
300 |
|
|
|
|
Komponen Input 1 |
Rp |
150 |
|
|
|
|
|
Akun Belanja a |
Rp |
125 |
|
|
|
|
|
Akun Belanja b |
Rp |
25 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Komponen Input 2 |
Rp |
150 |
|
|
|
|
|
Akun Belanja c |
Rp |
100 |
|
|
|
|
|
Akun Belanja d |
Rp |
50 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Output Kegiatan 2 |
Rp |
100 |
|
|
|
|
|
Akun Belanja |
Rp |
100 |
Catatan:
Unit Eselon I melaksanakan 1 (satu) program dan Unit Eselon II/Satker melaksanakan 1 (satu) kegiatan (dalam hal tertentu ketentuan ini tidak berlaku). Yang dimaksud dengan Unit Eselon II adalah Unit Eselon II yang ada pada Satker Kantor Pusat. Contoh: Direktorat......
Setiap kegiatan dapat menghasilkan lebih dari 1 (satu) output kegiatan berupa barang/jasa. Dalam rangka menghasilkan suatu output perlu didukung oleh komponen-komponen input. Komponen ini bisa diartikan sebagai bagian output atau tahapan dalam pelaksanaan kegaiatan dalam rangka pencapaian output. Batasan output adalah cerminan dari tugas-fungsi Eselon II/Satker.
Jadi konteks ‘kegiatan’ pada level Eselon III (Unit Eselon II-nya bukan satker) bukan dapat diartikan sebagai komponen input dari suatu output kegaitan. Dengan kata lain ‘kegiatan’ pada level Eselon III sebagai komponen input tersebut mengacu pada output kegiatan Unit Eselon II mana. Dan ’kegiatan’ tersebut juga merupakan tanggung jawab Eselon III.
Dilihat dari sisi perencanaan anggaran, pengadaan ATK dalam rangka
pencapaian output kegiatan merupakan rincian belanja yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan suatu komponen input. Dan anggaran pengadaan ATK melekat pada masing-masing output kegiatan.
Jika dilihat dari sisi pelaksanaan anggaran, pengadaan ATK dapat saja dikelola oleh Unit Eselon II-nya, bukan pada masing-masing Unit Eselon III.
Dalam hal Program Sarana dan Prasarana Kemenkumham, bisa saja suatu Satker (bisa Unit Eselon I, Unit Eselon II, atau Unit Eselon II) jangan dilihat Unit Eselon-nya mendapat alokasi anggaran untuk Kegiatan Pembangunan/ Pengadaan/Peningkatan Saran dan Prasarana PUSAT atau Kegiatan Pembangunan/ Pengadaan/Peningkatan Saran dan Prasarana KANWIL. Terpusat atau tidak pengadaan sarana dan prasarana merupakan kebijakan internal K/L.
Prioritas Nasional sebanyak 11 buah yaitu: (1) reformasi birokrasi dan tata kelola; (2) pendidikan; (3) kesehatan; (4) penanggulangan kemiskinan; (5) ketahanan pangan; (6) infrastruktur; (7) iklim investasi dan usaha; (8) energi; (9) lingkungan hidup dan bencana; (10) daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan paskakonflik; serta (11) kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi.
Contoh lampiran Buku I Prioritas Nasional dalam RPJMN 2010-2014 adalah sebagai berikut.
Read more: Matrik Buku I Prioritas Nasional

Di sektor swasta, kegagalan pancapaian rencana stratejik, akan berakibat pada kelangsungan hidup organisasi tersebut, tapi hal ini tidak sepenuhnya berlaku pada sektor publik. Inilah yang menjadi pembeda bagaimana kedua sektor ini sangat berbeda dalam memahami pentingnya suatu rencana stratejik.
Terdapat beberapa hambatan dalam pencapaian suatu rencana stratejik, hambatan ini bisa terjadi baik disektor swasta maupun publik, antara lain;
Hambatan Visi.
Strategi tidak dipahami oleh semua pegawai. Seorang pemimpin dengan Visinya tidak mampu memberikan petunjuk dalam perumusan strategi sampai dengan level terbawah. Ini terkait dengan perumusan Visinya yang tidak dikomunikasikan ke level bawah.
Bisa juga karena sang pencetus Visi tidak mau mendengar apa yang disampaikan oleh pegawai-pegawai di level bawah
Kondisi ini diperparah dengan mutasi sang pimpinan yang dikarenakan pensiun, meninggal atau pindah tugas, maka strategi yang belum membumi akan semakin sulit membumi oleh penerusnya yang merasa tidak ikut dalam perumusan Visi tersebut.
Read more: Penyebab Kegagalan Perencanaan Stratejik
Value proposition (VP) atau proposisi nilai adalah sebuah value yang akan disampaikan kepada customers/stakeholders dan sesuatu yang akan dialami oleh customers/stakeholders ketika menjalin hubungan dengan sebuah perusahaan/organisasi.
Sebuah VP nilai dapat diterapkan pada seluruh organisasi, bagian, atau produk serta jasanya.
Dengan mengetahui proposisi nilai tersebut, seluruh proses bisnis yang dirancang akan lebih jelas, yang ujungnya akan berakhir pada penyampaian VP tersebut.
Read more: Apa sih Value Proposition itu?
|
Ketika terjadi bencana Tsunami, khususnya Tsunami Desember 2004, seluruh dunia shock melihat kejadian ang begitu dahsyatnya yang merenggut nyawa ratusan ribu jiwa. Full story
Selamat datang di Blog Pengendalian intern. Lega rasanya pada hari ini 2 Februari 2011 saya dapat mencicipi Joomla.1.6.Apa kelebihan Joomla 1,6 dibanding Joomla 1.5? Lihat beberapa fitur baru Joomla 1.6
Full story
"Loh, sampeyan bisa dapat istilah WTP itu dari mana?, "Ya dari berita-berita di media itu." "Memangnya WTP itu singkatan dari apa? " Wajar Tanpa Pembangunan, kan"....gubrak!!!!! Full story
Salah satu komponen pertama dari kerangka COSO Internal Control Integrated Framework adalah Pengendalian Lingkungan. Lingkungan Pengendalian dapat diartikan sebagai tone of organization. Full story
|
|
|
SELAMAT DATANG DI BLOG RUSLAN
Requirements
|